TAFRATUSSANIYATI
210609026
(PGMI “A”)
MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK DI MI
A. KARAKTERISTIK MEDIA DAN SUMBER BELAJAR UNTUK PEMBELAJARAN TEMATIK
1.
KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK
Media merupakan komponen strategi penyampaian
pembelajaran yang mengacu kepada kegiatan apa yang dilakukan oleh pendidik dan
bagaimana peranan media dalam merangsang kegiatan belajar itu.
Media mencakup semua sumber yang
diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik. Sumber dapat berupa
perangkat keras, seperti computer, televisi, LCD dan perangkat lunak yang
digunakan pada perangkat keras itu.
Sebagai
bagian dari sistem pembelajaran, media mempunyai nilai-nilai praktis berupa
kemampuan untuk :
1.
membuat konkret konsep
abstrak
2.
menampilkan objek yang
tidak dapat diamati dengan mata telanjang
3.
mengamati gerakan yang
cepat
4.
memungkinkan siswa untuk
berinteraksi langsung dengan lingkungannya
5.
memungkinkan keseragaman
dan persepsi antar peserta didik
6.
menyajikan informasi
belajar secara konsisten dan dapat diulang ataupun disimpan menurut kebutuhan
7.
menyajikan pesan atau
informasi belajar secara serempak, mengatasi batasaan ruang dan waktu.
2. SUMBER BELAJAR
Sumber belajar mencakup
semua sumber yang mungkin dapat digunakan oleh siswa agar terjadi perilaku
belajar.
Peranan pokok sumber belajar
dalam pembelajaran adalah “mentransmisi” rangsangan atau informasi kepada
siswa.
Transmisi berkaitan dengan pertanyaan seperti berikut: (1)
apakah informasi yang ditransmisikan? (pesan), (2) Siapakah melakukan
transmisi? (orang) (3) Apa menyimpan informasi, (bahan/alat), (4) Bagaimana
informasi ditransmisikan? (teknik) (5) Di mana informasi ditransmisikan (latar
Langkah
analisis sumber belajar:
Pilih klasifikasi sumber
belajar.
Gunakan
klasifikasi ini untuk mengidentifikasi sumber-sumber belajar yang tersedia di
lingkungan di mana pembelajaran itu akan dilaksanakan.
Analisis kualitas dan kuantitas
sumber belajar.
Buat
daftar sumber belajar yang siap dipakai. Daftar ini hanya memuat sumber-sumber
belajar yang benar-benar akan dipakai sebagai media untuk menyampaikan isi
pembelajaran.
Prinsip
pemilihan media dan sumber pembelajaran tematik:
1.
Harus ada kejelasan tentang
maksud dan tujuan pemilihan tersebut.
2.
“Kedekatan” dengan media. Media
yang akan dipilih harus dikenal sifat dan ciri-cirinya.
3.
Adanya sejumlah media yang
dapat diperbandingkan,
4.
Apakah media yang diperlukan
adalah media jadi atau media yang harus dipersiapkan dan dikembangkan sendiri.
5.
Faktor lain yang juga
harus dipertimbangkan dalam memilih media adalah apakah media yang diperlukan
merupakan media jadi atau media yang harus dikembangkan dan dipersiapkan
sendiri, media juga harus menarik minat anak, berkaitan langsung dengan tujuan
pembelajaran yang harus dicapai.
B. MENYUSUN
LEMBAR KEGIATAN SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK
1.
Lembar kegiatan
pembelajaran siswa yang baik:
Pedoman
siswa berisi:
·
Petunjuk penggunaan semua bahan
belajar yang diterima siswa.
·
Daftar kegiatan-kegiatan yang
harus dilakukan secara berurutan setiap unit pelajaran atau pertemuan.
·
Dalam belajar mandiri, pedoman
siswa perlu disusun lebih lengkap
·
Lembar kegiatan siswa (student
worksheet) merupakan lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk
melakukan kegiatan terprogram.
·
Lembar kegiatan siswa merupakan
alat belajar siswa yang memuat berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
siswa secara aktif.
·
Kegiatan tersebut dapat berupa
pengamatan, eksperimen, dan pengajuan pertanyaan.
2.
Lembar kegiatan siswa
pembelajaran tematik :
1.
LKS TAK BERSTRUKTUR
LKS
yang berisi sarana untuk melatih, mengembangkan keterampilan dan mengembangkan
serta menemukan konsep dalam suatu tema
2.
LKS BERSTRUKTUR
LKS yang dirancang untuk
membimbing siswa dalam suatu PBM dengan atau tanpa bimbingan guru
3.
Manfaat LKS:
Mengaktifkan
siswa,
Membantu
siswa menemukan dan mengembangkan konsep,
Melatih
siswa menemukan konsep,
Menjadi
alternatif cara penyajian materi pelajaran yang menakankan keaktifan siswa,
serta dapat memotivasi siswa.
4.
Bahan pertimbangan
penulisan LKS:
mengacu
pada kurikulum,
mendorong
siswa untuk belajar dan bekerja,
bahasa
yang digunakan mudah dipahami, dan
•
tidak dikembangkan untuk menguji konsep-konsep yang sudah diujikan guru dengan
cara duplikasi
5.
Persyaratan Pengembangan
LKS:
Persyaratan pedagogik: lembar kegiatan siswa harus mengikuti azas-azas
pembelajaran yang efektif, seperti memberi tekanan pada proses penemuan konsep
atau sebagai petunjuk mencari tahu dan mempertimbangkan perbedaan individu,
sehingga lembar kegiatan siswa menggunakan berbagai strategi.
Persyaratan konstruksi: menggunakan bahasa yang sesuai tingkat perkembangan
siswa, menggunakan struktur kalimat yang sederhana, pendek, dan jelas tidak
berbelit, memiliki tata urutan yang sistematik, memiliki tujuan belajar yang
jelas, memiliki identitas untuk memudahkan pengadministrasian.
C.
MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK
Sebelum membuat media pembelajaran tematik, langkah
kritis pertamayang perlu dilakukan guru adalah mencari, menemukan dana memilih
media yang memenuhi kebutuhan belajar anak, menarik minat anak, sesuai dengan perkembangan
kematangan dan pengalaman dengan sendirinya sesuai dengan subyek yang
dipelajari. Oleh karena itu, prinsip utama pemilihan media harus
didasarkan pada tujuan pembelajaran.
1.
Tahapan membuat media pembelajaran tematik
1. Penyusunan
Rancangan.
2. Penulisan
Naskah.
3. Produkasi
Media.
4. Evaluasi
Program Media
1. Penyusunan rancangan:
Menganalisis
kebutuhan dan karakteristik siswa.
Merumuskan
tujuan pembelajaran dengan operasional dan khas dengan rangkaian tematik.
Merumuskan
tema-tama dan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya
tujuan.
Mengembangkan
alat pengukur keberhasilan.
Menulis
naskah media.
Mengadakan
tes dan revisi.
2. Penulisan naskah:
Supaya
materi pembelajaran dapat disampaikan melalui media itu, materi perlu
dituangkan dalam tulisan dan atau gambar yang disebut dengan naskah program
media.
Naskah
program media itu ada bermacam-macam; tiap-tiap jenis mempunyai bentuk naskah
yang berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya maksudnya sama, yaitu sebagai penuntun
dalam memproduksi program media itu. Naskah ini berisi teks, urutan gambar dan
grafis yang perlu diambil dengan alat perekam audio-visual.
Pada
umumnya lembaran naskah dibagi menjadi dua kolom. Kolom sebelah kiri dituliskan
nama pelaku, dan jenis suara atau gambar yang harus direkam. Sedangkan kolom
sebelah kanan berisi narasi yang harus dibaca para pelaku, nama lagu dan
suara-suara yang harus direkam.
Dalam
menuliskan naskah itu semua informasi yang tidak akan disuarakan (dibaca
bersuara) oleh pelaku harus ditulis dengan huruf besar, sedangkan narasi dan
percekapan yang akan dibaca oleh pelaku ditulis dengan huruf kecil.
3. Produksi Media:
Dalam kegiatan produksi ini ada tigak kelompok personil
yang terlibat, sutradara atau pemimpin produksi, kerabat kerja, dan pemain.
Ketiga kelompok personil itu mempunyai tugas dan
tanggungjawab yang berbeda namun semuanya menuju satu tujuan yaitu dihasilkannya
program media pembelajaran yang bermutu, dengan kualitas teknis yang baik.
4. Evaluasi program media:
Evaluasi
formatif adalah proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang
efektifitas dan efisiensi media pembelajaran yang telah diproduksi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Evaluasi sumatif merupakan bentuk final dari suatu produk
media pmbelajaran, setelah diperbaiki dan disempurnakan. [2]
Setelah media
dibuat kemudian dinilai terlebih dahulu sebelum digunakan. Penilaian ini
dimaksudkan untuk
mengetahui apakah media yang telah dibuat tersebut dapat mencapai tujuan yang
telah ditetapkan atau tidak. Ada
dua macam bentuk pengujicobaan media yang dikenal, yaitu evaluasi formatif dan
evaluasi simulatif
1. a.
Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif adalah proses
yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang efektifitas dan efisiensi
media pembelajaran. Ada
tiga tahap evaluasi formatif, antara lain:
1) Evaluasi satu lawan satu
Pada tahap ini, dipilih dua
orang atau lebih orang yang dapat mewakili populasi target dari media yang
telah dibuat. Media kemudian disajikan kepada mereka secara individual, satu
orang berasal dari beberapa target yang kemampuan umumnya sedikit dibawah
rata-rata dan lainnya diatas rata-rata.
2) Evaluasi kelompok
kecil
Pada tahap kedua ini, media
diujicobakan pada kelompok kecil (10-20 orang) yang dapat mewakili populasi
target. Siswa yang dipilih dalam kegiatan ini hendaknya mencerminkan
karakteristik populasi
3) Evaluasi lapangan
Evaluasi lapangan adalah tahap
akhir dari evaluasi formatif yang perlu dilakukan dengan mengusahakan situasi
yang semirip mungkin dengan situasi sebenarnya.pada tahap ini,dipilih sekitar
30 orang siswa dengan beberapa karakteristik sesuai karakteristik populasi
sasaran.
b. Evaluasi
Sumatif
Evaluasi sumulatif merupakan
bentuk akhir dari suatu produk media pembelajaran setelah diperbaiki dan
disempurnakan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data guna menentukan
apakah media yang telah dibuat cocok digunakan dalam situasi-situasi tertentu
atau apakah media tersebut benar-benar efektif[3]
DAFTAR
PUSTAKA
http://yogiardiani.wordpress.com/2011/11/23/strategi-media-dan-evaluasi-pembelajaran-tematik/
Buku
lapis pgmi pembelajaran tematik.